Rindu Nge-Blog, Curhat Tentang Strong Why

Entah kenapa saya merasa rindu untuk kembali ngeblog. Ga kerasa, udah melewatkan beberapa bulan ga ngeblog karena memang disibukkan oleh urusan lain, terutama bisnis. Bisnis yang sempat terbengkalai dan akhirnya menyebabkan omset terjun bebas hingga akhirnya saya dan istri menyadari bahwa bisnis ini butuh ‘treatment’ khusus.

value bisnis

Alhamdulillah, sejak kepergian (almh) mamah di awal tahun, sedikit demi sedikit kami (saya, kakak, dan bapak) semua bisa mulai bangkit dan menata kembali kehampaan yang sempat menjadi bagian dari keseharian kami. Meskipun mamah kini sudah berbeda alam, kami senantiasa menjadikan kenangan akan mamah hidup dalam benak kami.

Ya, kedua orang tua kami (dan juga mertua) merupakan sosok yang penting. Mereka menjadi motivator utama kami dalam menjalankan bisnis. Mereka juga yang senantiasa menghadirkan semangat sehingga kami bisa selalu menjadi asa dalam menghadapi setiap tantangan dan hambatan dalam berbisnis.

Setiap orang memiliki dorongan kuat yang menjadi motivasi utamanya dalam melakukan sesuatu. Begitu juga dengan seorang pengusaha yang memiliki motivasi dalam menjalankan bisnisnya. Para motivator, trainer, atau apapun namanya, sering menyebut dorongan kuat tersebut dengan istilah strong why.

Strong why antara orang satu dengan yang lainnya kemungkinan besar berbeda. Begitu juga alasan yang menjadi dorongan utama bagi seseorang dalam berbisnis, sangat mungkin berbeda antara satu pengusaha dengan pengusaha lainnya. Dorongan seperti apa yang cukup layak untuk dikatakan sebagai strong why? Pendapat saya pribadi sih dorongan yang ketika kita mengingatnya akan membuat kita menangis dan kembali membakar semangat kita serta membuat kita merasa sangat bersalah jika menyia-nyiakan waktu.

Strong why saya dan istri dalam berbisnis kami rasa merupakan alasan yang cukup kuat bahkan sangat kuat untuk menjadikannya sebagai pendorong sekaligus motivasi utama dalam menjalankan bisnis saat ini. Dan kini bisnis yang kami rintis telah masuk ke level yang lebih tinggi, setidaknya itu yang kami rasakan.

Kami merasa bisnis yang kami jalankan saat ini bukan lagi soal memperoleh materi sebesar-besarnya. Ada sesuatu hal yang lebih besar yang ingin kami gapai melalui bisnis ini, yakni memberikan value kepada masyarakat selaku end user produk kami dan rekan-rekan mitra bisnis.

Leave a Reply