Pilihan-Pilihan Dalam Hidup

Sering kita dengar ungkapan bahwa hidup itu adalah tentang pilihan. Ya, saya pun setuju dengan pernyataan tersebut meskipun tidak secara mutlak. Tetap ada kondisi ketika dalam hidup kita memang harus menerima hal-hal yang memang tidak bisa kita pilih. Misal kita lahir sebagai lelaki atau perempuan, kita lahir sebagai anak siapa, dan lain sebagainya. Bagi saya dalam kehidupan ada area-area yang bisa kita kuasai dan ada area yang menguasai kita. Untuk area-area yang kita kuasai dimana kita bisa bertindak dan memilih, itulah bagian dimana kita akan diminta pertanggung jawaban kelak di hari akhir.

pilihan hidup

Begitu pula dengan pilihan saya untuk menjadi seorang wirausahawan. Sebagai sarjana lulusan Fakultas Kehutanan IPB tentunya jalur pilihan karir dibidang kehutanan dan sejenisnya merupakan hal yang lebih disarankan. Namun saya lebih memilih untuk membuka bisnis sendiri. Jujur saja, memang ada beberapa orang yang menyayangkan pilihan tersebut dengan mengatakan kurang lebih seperti ini,

“Kalo memang sejak awal ingin jadi pengusaha, seharusnya jangan kuliah di kehutanan.”

Pernyataan-pernyataan yang sejenis dengan ini ga jarang saya dapatkan. Di awal-awal memang ada rasa sedih, ga enak, dongkol dan semacamnya. Tapi sekarang semuanya sudah saya anggap biasa aja. Toh bagi saya, hidup ini adalah tentang pilihan. Kuliah dimana dan setelah itu berkarir dibidang apa itu pun sebuah pilihan. Tidak sedikit juga teman-teman sejurusan atau sefakultas yang kini berkarir dibidang yang tidak ada hubungan langsung sama sekali dengan kehutanan, misal di perbankan (ini yang paling banyak) atau dibidang lain.

Bagi saya, apapun pilihan yang diambil, itu menjadi resiko yang harus dipertanggung jawabkan oleh diri masing-masing kelak. Selain itu apapun yang menjadi pilihan, kita harus bisa menjawab sejauh mana pilihan tersebut membuat kita menjadi orang yang paling bermanfaat dan berkontribusi bagi orang lain maupun peradaban ini.

Saya memilih menjadi pengusaha dengan sepenuh kesadaran. Saya siap untuk mempertanggungjawabkan pilihan yang telah saya ambil ini. Selain itu saya juga siap dan yakin bahwa pilihan ini bisa menjadikan saya sebagai seseorang yang bermanfaat bagi orang lain dan memberikan kontribusi bagi peradaban.

Jadi… izinkan saya untuk bisa berbagi pengalaman, ilmu, dan hal-hal bermanfaat lainnya dengan Anda dan masyarakat agar saya bisa mempertanggungjawabkan pilhan saya ini.

Leave a Reply