Kisah si Jomblo Pengusaha

Siang kemarin adalah salah satu momen terbaik yang pernah saya alami selama mengemban amanah sebagai mentor bisnis di TDA Bogor Raya. Ga terasa sudah hampir 2 tahun mendampingi teman-teman pengusaha yang tergabung dalam Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) 08 TDA Bogor Raya. Sungguh banyak pengalaman yang saya dapatkan selama hampir 2 tahun ini.

Meskipun saya diamanahi sebagai mentor, bukan berarti saya orang yang lebih hebat. Saya selalu menanamkan dalam benak saya bahwa amanah ini tidak lain karena memang saya lebih dulu tergabung di TDA Bogor Raya dan memiliki pengalaman sedikit lebih banyak.

Target pribadi yang saya untuk kelompok mentoring bisnis ini adalah masing-masing mentee berhasil meningkatkan omset bisnisnya dan juga mempertahankannya. Alhamdulillah, kerja keras teman-teman mentee mulai terlihat hasilnya. Diantaranya dialami oleh salah satu mentee yang juga teman baik saya dari masa SMA.

Saya ingat ketika pertama kali ia tertarik untuk bergabung dan ikut serta dalam acara KMIB (Kelompok Mentoring Inspirasi Bisnis, acara prasyarat untuk ikut KMB di TDA Bogor Raya). Saat itu dia mengirim SMS secara tiba-tiba yang isinya kurang lebih seperti ini,

“Bay, gw ingin ikut acara yang lu share di timeline FB lu dong. Gw bosen kerja sama orang lain.”

Perjalanan Memulai Bisnis si Jomblo

Perjalanan bisnisnya ga langsung mulus dan sukses sejak awal. Bahkan di awal ikut KMB, dia belum punya bisnis untuk dijalani dan bingung mau berbisnis apa. Awalnya ia sempat jualan produk tas dan dompet wanita. Keuntungan pertama yang ia dapat adalah Rp 600.000 hasil jualan selama kurang lebih 2 bulan.

Orang tuanya sempat ragu bahkan ekstrimnya, ayahnya sempat membuatkan lamaran kerja untuknya dan mengirimkan lamaran tersebut ke suatu perusahaan. Jujur, saya ketawa pas dia cerita hal ini.

Setelah terseok-seok dalam menjual produk dompet dan tas, dia memutuskan untuk bisnis dropship barang dari Tokopedia. Awalnya dia berjualan menggunakan akun FB personal dan hasilnya lumayan, jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Berbekal keinginan kuat untuk sukses dalam berbisnis dan menunjukkan kepada kedua orang tuanya bahwa pilihannya adalah pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan, ia secara otodidak mempelajari FB Ads dan luar biasa ia berhasil meraih pencapaian yang membuat saya dan rekan-rekan di kelompok mentoring berdecak kagum.

Hingga akhirnya pada mentoring bulan September ia share tentang capaiannya dan target selanjutnya.

ÔÇťOmset gw udah sebulan ini bisa stabil di angka ## juta perhari, untuk profitnya ## ratus ribu perhari. Nah, gw bingung Bay gimana ningkatinnya. Kayaknya udah mentok. Naikin budget iklan juga ga pengaruh ke konversinya”

Jujur saya takjub dengan capaiannya saat ini dan tekadnya untuk menggapai target yang lebih tinggi. Saya menawarkan padanya beberapa opsi, yaitu:

  1. Cari barang lain yang marginnya lebih besar dari yang saat ini dijual
  2. Rapikan data pembeli yang sudah ada dan coba tawarkan kembali ke mereka barang-barang lain yang belum mereka beli.
  3. Olah data pembeli, list kota-kota yang paling tinggi tingkat konversi dari iklan.

Saya tidak memaksanya untuk menggunakan ketiganya atau bahkan memilih salah satunya. Bila ia terpikir cara yang lebih baik, tidak masalah bagi saya selama ia bisa mencapai targetnya.

Sebulan berlalu, kami kembali bertemu dalam kegiatan mentoring bisnis yang memang rutin dilaksanakan sebulan sekali. Dan… luar biasa, ia mempresentasikan capaian bisnisnya. Omsetnya naik 2x lipat, begitu juga dengan profitnya, bukan lagi ratusan ribu perhari tapi sudah jutaan perhari.

Jujur saya penasaran apa yang dilakukan. Di KMB kami membiasakan diri untuk buka-bukaan bisnis masing-masing, mulai dari masalah, strategi, omset, dan lain sebagainya. Ternyata strategi yang ia pilih adalah opsi nomor 3 yang saya usulkan di atas. Saya bersyukur melihat dia dan teman-teman mentee lain yang berhasil mencapai target bisnis masing-masing.

Tugas saya sebagai mentor bisnis di TDA Bogor Raya sudah hampir usai. Ada rasa syukur melihat capaian bisnis dan kerja keras teman-teman mentee namun disisi lain ada rasa cemas bahwa jangan-jangan selama ini saya belum memberikan kontribusi yang berarti.

Jauh di dalam lubuk hati saya berharap dan berdoa semoga rekan-rekan mentee tidak mudah merasa puas, bisa jauh lebih sukses dari capaian saat ini dan bahkan melebihi capaian saya selaku mentor. Tidak lupa saya juga menyimpan asa bahwa rekan-rekan mentee bisa berkontribusi, baik itu di TDA maupun diluar TDA.

Oiya, kalo mau kenalan dengan teman baik saya, ini dia penampakannya (ybs masih Jomblo kinyis-kinyis loh :D)

riandy_himawan

Riandy Himawan

28.10.2015

Prakoso Bayu a.k.a Masbay

No Responses

Leave a Reply