Gurihnya Pasar Middle Class Muslim di Indonesia

middleclassmuslimKamis lalu (4 September 2014) saya dan beberapa orang teman pengusaha menghadiri salah satu agenda rutin mentoring bisnis TDA Bogor Raya. Alhamdulillah, kelompok mentoring bisnis kami sudah berjalan 1 tahun lebih dan kemarin adalah pertemuan yang ke 16. Bagi saya ini adalah perjalanan sekaligus pengalaman yang luar biasa. Saya belum pernah mengikuti kegiatan mentoring atau coaching bisnis dengan komitmen yang luar biasa, baik para mentee maupun mentornya.

Pada mentoring bisnis kemarin, mentor kami Pak Anjar Buwono memberikan sedikit materi yang diperolehnya tentang besarnya potensi pasar kalangan menengah muslim di Indonesia atau kalo bahasa saya sih ‘gurihnya pasar middle class muslim di Indonesia’. Materi ini beliau dapat beberapa hari sebelumnya dalam sebuah gathering brand busana muslim lokal karena beliau adalah salah satu distributor dengan volume penjualan terbesar untuk brand tersebut. Materi ini diambil dari buku “Marketing to the Middle Class Moslem” karya Pak Yuswohady dan istimewanya materi tersebut disampaikan langsung oleh Pak Yuswohady sendiri.

Dalam pemaparan singkat oleh Pak Anjar Buwono, beliau memberikan gambaran betapa pasar kelas menengah muslim begitu potensial untuk digarap. Dari kelas menengah di Indonesia 87% diantaranya adalah muslim. Bisa kita lihat sendiri betapa tingginya permintaan akan produk-produk khusus dengan ciri keislaman yang kental. Mulai dari busana islami, restoran halal, adanya hotel syariah menunjukkan pasar kelas menengah muslim memiliki potensi ekonomi yang besar.

Saya pribadi pun menyaksikan sendiri bagaimana besarnya potensi ekonomi middle class kalangan muslim di Indonesia. Beberapa hari lalu istri saya coba untuk mencari tantangan untuk mengasah kemampuan berjualannya. Pilihan ia jatuhkan dengan menjadi distributor sebuah merk busana muslimah. Segmen market yang ia sasar adalah kalangan middle class dengan range harga produk antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per pcs-nya. Istri saya berjualan menggunakan smartphone-nya dengan memanfaatkan aplikasi Instagram dan Line. Alhamdulillah, pada percobaan pertamanya sebagai distributor busana muslimah, dalam waktu kurang dari 24 jam istri saya berhasil meraup profit sekitar Rp. 10.000.000. Tidak hanya sampai disitu, permintaan produk pun masih terus masuk pada hari berikutnya.

Saya benar-benar takjub. Pertama, saya takjub dengan kemampuan selling yang dimiliki oleh istri saya. Kedua, saya takjub dengan begitu besarnya potensi pasar kalangan menengah muslim di Indonesia. Kalo sudah begini tidak aneh ketika pengusaha-pengusaha non-muslim mengambil kesempatan untuk menggarap peluang potensial ini. Justru yang aneh adalah ketika anda sebagai seorang muslim tidak ikut mengambil potensi ekonomi yang besar ini.

Berani action?

Prakoso Bayu Adhi W, S.Hut

Pengusaha muda yang masih dan selalu belajar

One Response

  1. Media Indonesia January 7, 2016

Leave a Reply to Media Indonesia Cancel reply