Dibalik Viralnya Bumi Bulat, Bumi Datar, dan Tahu Bulat

Ceritanya saya mau ikut kekinian dengan ikut-ikutan bahas sesuatu yang ga penting yang berseliweran di timeline Facebook saya. Beberapa hari terakhir entah kenapa tiba-tiba banyak yang memperdebatkan apakah bumi itu bulat atau datar. Kemudian untuk membuat lebih seru, ada juga yang menyertakan video pandangan para pemuka agama sehingga membuat materi ga penting ini menjadi semakin “panas”.

Hadeuh…

Sebetulnya saya ga habis pikir, apa pentingnya memperdebatkan apakah bumi yang kita tinggali ini bulat atau datar? Ya, apa pentingnya bagi kita? Toh bumi bulat kita tetap jadi penduduknya, bumi datar kita juga tetap jadi penduduknya.

Kalo ternyata bumi yang selama ini kita tinggali itu datar, memang apa konsekuensinya untuk kehidupan kita? Toh ternyata selama ini kita baik-baik saja. Ke-kritis-an itu perlu, untuk hal-hal yang penting. Tapi kekritisan untuk hal-hal yang ga penting, ah itu hanya buang-buang waktu dan energi saja.

Perdebatan bumi bulat atau datar hanya menjadi pemecah fokus saja. Selama beberapa saat pembahasan ini berhasil menyita perhatian sebagian besar orang-orang. Saya termasuk salah satunya sih, tapi ga sampe mengkaji atau bahkan ikut-ikutan buang-buang waktu nonton videonya. Perhatian saya tersita ya untuk melihat seliweran status-status di timeline.

Pembahasan bumi bulat atau datar pada akhirnya sukses menjadi viral sebagaimana viralnya pembahasan tentang analisa potensi bisnis tahu bulat. Nah, apakah kelak akan tiba-tiba muncul status tentang tahu itu sebetulnya datar?

tahu bulat

Sebetulnya, postingan ini juga ga penting, wong cuma buat latihan nulis lagi kok, hahahaha…

Leave a Reply