Cara Mendapat Penghasilan Lewat Media Online

Artikel sederhana ini saya buat diawali karena ‘tergelitik’ dengan beberapa statement (komentar) yang saya lihat di grup FB alumni almamater tempat saya kuliah. Tidak ada maksud sedikit pun dari saya untuk menyerang secara personal si pembuat komentar dengan membuat status ini. Apa isi komentar yang dimaksud?

Saya coba ringkas dan sederhanakan isi komentar yang dimaksud. Intinya adalah ada anggapan bahwa aktivitas kita di facebook, entah itu klik like, komentar, atau share, akan menambah keuntungan facebook secara langsung. Komentar lain yang mirip adalah pendapat bahwa like suatu postingan itu bisa dijual (postingan tipu-tipu yang meminta kita untuk like dan komen).

Pendapat seperti ini bukanlah yang pertama kali saya lihat, namun saya rasa cukup menarik untuk dibuat sebuah bahasan sederhana mengenai ini. Di postingan ini saya ingin memaparkan secara singkat mengenai cara-cara mendapatkan penghasilan secara online. Artikel ini merupakan pendapat pribadi yang didasarkan pada informasi dan pengamatan saya selama menekuni dunia internet marketing (IM).

Tahun 2009 adalah kesempatan pertama saya berkenalan dan bersentuhan langsung dengan internet marketing. Saya teringat akan sebuah ebook dari salah satu dedengkot IM Indonesia tentang klasifikasi sumber-sumber pendapatan di dunia online. Secara garis besar ia membagi sumber pendapatan dari dunia online ke dalam 4 bagian yang kemudian ia singkat menjadi CASO.

cara mendapatkan penghasilan secara online

C – Contextual Advertising

Sumber pendapatan pertama adalah dari dunia periklanan (Advertising). Biasanya cara mendapatkan penghasilan dari sumber pertama ini adalah dengan mengandalkan web atau blog yang memiliki konten tertentu. Ada 3 pihak yang terlibat disini, yaitu Advertiser, Vendor, dan Publisher.

Advertiser adalah orang/perusahaan yang memiliki produk (barang/jasa/layanan) untuk diiklankan. Publisher adalah orang/perusahaan yang menyewakan space yang dimilikinya (di web atau blog) untuk dipasangi iklan. Sedangkan vendor adalah perusahaan yang menjembatani advertiser dan publisher. Penjelasan sederhananya kurang lebih seperti itu.

Contoh dari ketiga peran ini misalnya MatahariMall, Google, dan Situs Web/Blog. Tentu beberapa waktu lalu Anda pernah merasakan ketika buka web kompas ada iklan MatahariMall. Ketika buka detik nongol juga dia. Buka web lain, masih juga muncul iklannya.

Nah disini MatahariMall berperan sebagai Advertiser, Google sebagai Vendor, dan situs-situs web/blog menjadi Publishernya. Publisher akan mendapatkan uang ketika iklan si Advertiser yang muncul di webnya diklik. Tentunya uang yang didapat harus bagi dua dengan Vendor dengan persentasi yang ditentukan Vendor. Ini yang dinamakan PPC (Paid Per Click).

Apakah bisa beriklan tanpa melalui Vendor? Tentu bisa bila memang situs web/blog si Publisher membuka layanan iklan ekslusif.

Ada banyak versi dari sumber pertama ini, tidak hanya PPC, tapi juga ada PPI (Paid Per Impression), PPD (Paid Per Download), PPI (Paid Per Install), PPV (Paid Per View), dan banyak lagi. Kuncinya disini adalah adanya konten yang menarik di web/blog yang dimiliki oleh pihak Publisher.

A – Affiliate Marketing

Sumber kedua yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan secara online adalah melalui pemasaran Affiliasi/Affiliate Marketing. Sebenarnya affiliate marketing adalah nama keren dari pemasaran melalui makelar. Faktanya memang seorang affiliate marketer adalah makelar yang mempromosikan produk-produk orang lain. Umumnya produk yang dipromosikan adalah produk digital, semisal Ebook, Tutorial, eCourse, dll.

Selain produk digital, produk fisik juga ada yang dipasarkan melalui sistem affiliasi ini. Contoh paling gampang adalah Amazon untuk yang diluar negeri, atau Lazada untuk yang didalam negeri. Bagaimana seorang affiliate marketer mendapatkan uang?

Berhubung ranahnya online/digital, maka sarana yang digunakan pun secara digital. Seorang affiliate marketer akan mendapatkan link/URL khusus dari pihak Vendor/pemilik produk yang menjadi ciri bahwa orang yang beli dari link tersebut merupakan hasil referensi dari si Affiliate marketer. Selain link, cara lain adalah dengan sistem kupon diskon. Biasanya pemilik produk/Vendor akan menyediakan kode kupon khusus untuk masing-masing affiliate marketer. Baik menggunakan link khusus maupun menggunakan kupon, sistem affiliasi ini sangat mengandalkan cookies browser kita.

S – Service

Sumber ketiga yang dapat dijadikan sebagai keran pendapatan online adalah dengan menjual atau menyediakan jasa secara online. Apakah jasanya juga harus berupa jasa online? Tidak juga, bisa juga yang ditawarkan adalah jasa offline. Beberapa jasa online yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan antara lain: jasa pembuatan website, penulisan konten/isi website, pembuatan sales letter, backlink, promosi online, tambah follower, pembuatan video sales letter, dan masih banyak lagi. Selain jasa terkait dunia online, banyak juga jasa yang terkait aktivitas dunia offline yang ditawarkan melalui media online, misalnya jasa cetak brosur, pembuatan stempel, sablon kaos, unlock modem, translate makalah, dan lain sebagainya.

O – Online Business

Untuk sumber terakhir ini saya rasa tidak perlu dijelaskan panjang lebar karena saya yakin saat ini hampir semua orang sudah mengetahui apa itu bisnis online.

Demikian tulisan sederhana ini. Tidak ada sedikitpun maksud untuk menggurui, hanya sebatas berbagi. Saya bukan pakar, hanya seorang praktisi yang sehari-hari mencari sebakul nasi, segenggam berlian, BPKB kendaraan, dan sertifikat kepemilikan properti melalui Internet Marketing. Semoga bermanfaat menambah wawasan atau sekedar me-refesh ingatan.

Prakoso Bayu a.k.a Masbay

Leave a Reply